Islam di Dunia Keragaman Budaya dalam Kesatuan

Judul : Islam di Dunia Keragaman Budaya dalam Kesatuan Spiritual
Penulis : Seyyed Hossen Nasr
Penerbit : Jurnal Ulumul Qur’an April-Juni 1989

Membaca makalah ini , seakan diajak untuk berkelana mengelilingi dunia modern yang membentang begitu luas dari Afrika hingga Asia, seraya ditolehkan ke belakang jauh sebelum keadaannya sekarang yakni pada masa-masa awal kontak dengan Islam. Nasr memulai pembahasannya dengan mengajukan pertanyaan apa yang menjadi tlok ukur untuk membedakan satu kawan dengan kawasan yang lain. Studi serupa dalam bentuknya yang lebih detail dengan mengambil kawasan Indonesia dan Maroko telah dilakukan oleh Geerzt, bahkan dalam hubungan antar ulama Aumardi azra juga telah melakukan studi mendalam menganai jaringan ulam a timur tengah dengan nusantra.
Studi ini merupakan studi kawasan, dengan pendekatan yang dipilih oleh Nasr besifat sosiologis antropologis dengan menganalisa keseluruhan kebudayaan Islam dan pola-pola komplek di berbagai kawasan tersebut ,serta melibatkan pendekatan historis terutama untuk melacak geneologi (akar kesejarahan) yang membentuk kawasan tertentu kebudayaan Islam.
Bagaimanakah mengkategorikan suatu kawasan sebagai suatu kawasan kebudayaan Islam yang dipisahkan oleh faktor etnik, bahasa, geografi lokal, dan faktor lainnya. Banyak hal yang ditawarkan untuk membuat tipologi kawasan Islam. Pembagian dunia Islam dapat dilihat dari madzab yang dianutnya. Madzab ini bisa beragam tidak terbatas pada madzab hukum sunni yang empat dan syiah Imamiyah ( 12 imam), bahkan sekte-sekte kecil lain dapat dimasukkan.
Selain itu dapat pula tipologi ini didasarkan pada kecenderungan sufi tertentu, di mana misalnya tarekat Qadiriyyah dan Tijaniyyah tumbuh subur dan sangat mempengaruhi rasa spiritual bagi beberapa daerah di Afrika barat.
Bahkan ciri etnis dan rasial juga sangat menentukan dalam pembentukan kawasan kebudayaan lokal. Faktor lain yang turut memainkan peran penting adalah faktor kesejarahan. kaitan antara satu kawasan denga sejarah masa lalunya tentu sangat mempengaruhi corak kebudayaan . Mesir dan suria tentu memiliki hubungan sejarah yang berbeda dengan Fir’aun.
Ciri selanjutnya adalah demografi dan geografis, di mana timbul tenggelamnya suatu masyarakat sering sekali berkaitan dengan kondisi alam, dalam waktu lama , penduduk suatu daerah sering kali menyerah pada kondisi alamiyah, yang ini turut menentukan beraam kebudayaan.
Berdasar ciri-ciri ini ada lima kawasan yang ditipologikan oleh Hossen Nasr. Yakni kawasan Arab, Iran, Turki ,Melayu dan Afrika Hitam. Secara sederhana kawasan tersebut dapat dideskripsikan seperti tampak dalam tabel berikut:
Kawasan dasar identifikasi Cakupan Wilayah Varian-varian
Arab Linguistik Irak -Mauritania termasuk afrika utara Arab timur dan arab Barat
Iran

Ciri-ciri menonjol di antara berbagai kawasan itu adalah pada ciri lingustik dan perpaduan dengan budaya lokal sehingga menghasilkan keragaman budaya yang diwarnai Islam. Maka bisa dilihat pada bentuk-bentuk kesenian, arsitektur dan ritus-ritus keagamaan yang dijalani penduduknya. Di Indonesia mialnya, sangat dijumpai praktek-praktek kesenan yang yang sangat khas indonesia di mana perupakan perpaduan Islam dan budaya Hindhu Budha bahkan dengan tradisi jauh sebelum itu. Bentuk arsitektur masjid lebih mengadopsi corak hindu buhda dari pada corak arsitektur yang berlaku universal di negeri-negeri Islam umumnya. Bahkan pangilan sholat masih dipergunakan bunyi-bunyian yakni dengan menabuh beduk.

About basstk

melangkah dan melangkah miski terkadang atau bahkan serasa letih dan berat serta lelah
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s