TEMAN ITU…

TEMAN ITU….
Siapa sih… ??? pertanyaan mengenai seseorang yang seringkali dilontarkan dengan rasa penasaran ingin tahu. Bisa jadi yang bertanya tidak ada sangkutpautnya dengan kisah atau orang tersebut, tapi rasa keinigntahuan maka akhirnya ia terusik untuk bertanya
Ah..hanya teman…atau ah..teman, dengan penekanan pada kata teman. Bahkan kita perlu menambah dengan kata “benar’, sehingga menjadi “benar hanya teman”, ini terutama bila yang bertanya masih penasaran….akhirnya paling yang muncul,,,ooooooo
Teman adalah sahabat, kata sahabat ini merupakan serapan dari bahasa arab, seringkalil sahabat atau teman ditambah dengan kata “karib”, kata yang juga diambil dari bahasa Arab artinya “dekat”. Sehingga menjadi sahabat karib (teman dekat). Bahkan kata teman atau sahabat juga ditambah dengan dengan kata “akrab”,ini juga diserap dari bahasa Arab yang artinya “lebih/terdekat”, sehingga bersahabat akrab berarti “melakukan pertemanan dengan lebih/ paling dekat”.
Karena itu, seorang teman bisa jadi orang yang paling dekat dalam hidup kita, kedekatan itu bisa secara fisik atau emosi. Bisa jadi dekat secara fisik dan emosi, atau dekat secara emosi tapi tidak dekat secara fisik atau dekat secara fisik tapi tidka dekat secara emosi. Jarak atau tidak dekat secara fisik bahkan tidak menghalangi untuk berteman akrab secara emosi apalagi dengan dukungan sarana telekomunikasi seperti sekarang ini, terlebih emosi dan pikiran tidak terpaut pada jarak, ruang dan waktu. Kita bisa “berkomunikasi” dan merasa dekat dengan seseorang secara emosi kapan saja dan dimana saja.
Kedekatan dengan seorang sahabat akrab merupakan kerinduan, kesyahduan, kehangatan, kebahagian, kenyamanan di hati. Kita atau saya bisa sedih sangat sedih gundah karena sahabat itu, kita bisa gembira senang karena sahabat itu. Bahkan semua hal bisa serasa ringan sekali karena sahabat itu, sebaliknya sesuatu bisa sangat berat sehingga kita merasa lemah tak berdaya karena sahabat itu.
Kita bisa terkenang-kenang tidak karu-karuan karena sahabat itu, kita bisa terbayang-bayang sosok sahabat kita itu setengah mati. Kita bisa jadi membela mati-matian sabahat kita itu, kita bisa mencurahkan segenap energi kita untuk sahabat itu. Kita bisa mengangggap sahabt itu sebagai jiwa dan hati kita sendiri yang menyatu padu lebur bersama.
Kita bahkan tidak melihat sahabat itu, tetapi sungguh bayangan keberadaannya bisa menyelimuti seluruh jiwa, segenap pikiran dan seutuh hati…
Itulah sahabatku…..

About basstk

melangkah dan melangkah miski terkadang atau bahkan serasa letih dan berat serta lelah
This entry was posted in qita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s