MAJNUN

MAJNUN

 

Sebagain besar dari kita kemungkinan pernah mendengar kisah Laila Majnun dari Timur Tengah itu atau kalau dari Barat tentu pernah mendengar kisah Romeo and Julliet dari Williem Shakespiere, miski ada yang mengatakan bahwa R n J diadaptasi dari kisah Laila Majnun.

Yaa..majnun, sebagain orang mengartikan sebagai orang yang kurang waras atau gila. Bahkan dalam percakapan sehari-hari apabila ada orang gila dikatakan sebagai majnun. Bahasa Arab memberikan penjelasan bahwa majnun merupakan bentuk ism maf’ul dari kata janna, yang bermakna tersembunyi. Surga dinamakan jannatun karena tersembunyi dari penglihatan mata kita, orok dalam kandungan seorang ibu dinamakan janiin karena ia tersembunyi di dalam rahim. Makhluk halus,kita menyebutnya sebagai jin karena ia tidak terlihat oleh indera penglihatan kita. Orang gila sering disebut majnun atau junun karena akal pikirannya menjadi tertutup.

Tetapi dalam kisah majnun dan laila tadi, tidaklah demikian, ia dikatakan majnun karena cintanya kepada laila, cinta yang tidak hanya dipermukaan, cinta yang mendalam ke dalam relung dasarnya cinta. Ibarat orang menggali tanah untuk mencari air, semakin dalam ia menggali maka semakin jernih air yang ia dapatkan. Begitupun cinta, bila hanya digali pada permukaannya ia hanyalah fatamorgana, temporer, sekejap, menyakitkan dan bisa jadi menjadi malapetaka, tetapi bila digali hingga ke dasarnya, maka kepedihan derita cinta menjadi keindahan yang tak terperikan, kegilaan akan cita menjadi air sejuk yang menyegarkan jiwa.

Itulah majnunnya pecinta, sebagai si qais dalam laila majnun. Tidak ada yang terlihat selain laila di mata qais, satu-satunya kenyataan adalah laila,tidak ada apapun, semuanya semu, tidak nyata termasuk dirinya, maka kenyataan itu adalah hanya laila, semuany,a bahkan dirinyapun adalah laila.

Majnun, dimata orang – orang ia dikatakan majnun, tidak bisa dipahami jalan pikirannya. Tatkala Laila mengundang orang-orang di pestanya, Qaispun datang, ikut dalam antrian untuk mengambil piring jamuan, begitu tiba di hadapan Laila, ia memecahkan piring yang dibawa Qais, tanpa mempedulikan omongan dan pandangan orang, Qais balik kebelakang mengambil piring dan antri begitu seterusnya. Saat orang berkomentar bahwa Laila sudah menunjukkan ketidakcintaannya kepada Qais karena ia telah mempermalukan Qais dihadapan orang banyak dengan memecahkan piringnya, ternyata hanya Qais dan Laila yang memahami bahasa cinta keduanya, bukannya laila ingin mempermalukan Qais tapi Laila berharap dapat lebih banyak melihat dan bertemu dengan Laila miski tanpa kata, dan Qaispun memahami bahasa itu, maka iapun terus antri lagi dan antri lagi..

Tahukah, Ya’qub alaihi salam, nabi Allah bapak nabi Yusuf, matanya bercucuran air mata sehingga sampai tidak bisa melihat dengan jelas lagi saat kehilangan Yusuf, anak yang begitu dicintainya, matanya sesungguhnya sehat, tapi kecintaan itu menjadikannya tidak bisa melihat, yusuflah satu-satunya yang terlihat di mata manusianya. Tetapi sabar, tawakkal adalah kunc hidupnya karena ia memiliki Sang Maha Pecinta Allah swt.

Tapi itulah..majnun…barangkali kita pernah mengalami dan mengungkapkan kata-kata majnun barang kali tidak persis sebanding Qais. Masih merasa majnun kah???

About basstk

melangkah dan melangkah miski terkadang atau bahkan serasa letih dan berat serta lelah
This entry was posted in qita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s